Sudah hampir dua minggu di mana saya bekerja di suatu kantor (tidak menyebut merk dagang). Dan saya merasa stres! Mungkin bukan dengan pekerjaannya, karena pekerjaannya seharusnya memungkinkan saya untuk menulis dan berjalan-jalan meliput event. Saya suka menulis dan, walaupun saya buka tipe pemburu berita, meliput suatu event itu juga lumayan asik. Yang bikin saya stres itu adalah kumichou.
Saya singkat saja. Intinya kumichou itu kalau memerintahkan sesuatu sering tidak jelas. Selain itu, kumichou juga tampaknya tidak sadar kalau saya ini adalah orang baru yang perlu belajar dulu. Seakan-akan kumichou menganggap saya ini adalah orang lama yang tahu segalanya, seperti kumichou. Kadang juga sering memakai bahasa yang saya tidak mengerti. Kalau ini memang masalah intelektual, tapi kadang juga memang murni masalah bahasa. Karena kumichou dan saya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, kadang pemilihan kata pun juga berbeda. Hal-hal tersebut di atas benar-benar membuat saya terlihat seperti orang bodoh. Awalnya saya kepikiran dengan image saya ini. Tapi lama-lama saya cuek (dan memang saya ini orangnya cuek). Bukannya tidak peduli, tapi saya cuek walaupun saya tidak mengerti. Saya akan jujur dan memperlihatkan ketidakmengertian saya. Daripada sok tahu.
Saya juga belum punya 'lahan' yang pasti untuk bekerja. Jadi seringnya saya kerja random, serabutan. Dan itu sangatlah tidak menyenangkan. Yang membuat saya keberatan juga adalah jam kerjanya. Kami selalu bekerja melebihi jam kerja yang seharusnya. Lebihnya tidak tanggung-tanggung, bisa lebih dari 1 jam. Dan itu sama sekali tidak mendapat uang lembur. No way! I don't have life and I don't get money either. I still want to make my real dreams come true. And this job is not my dream at all.
Saya akan tetap bertahan sampai kontrak habis. Saya mau menjaga nama baik. Setelah itu... I'll go chase my dreams! おわり。
Tidak ada komentar:
Posting Komentar